Sekolah Tinggi Teologi Harapan Indah

TUHAN MENJAGA ORANG PILIHAN-NYA

TUHAN MENJAGA ORANG PILIHAN-NYA

Kejadian 20: 7

“Sekarang, kembalikanlah istri orang itu, sebab dia seorang nabi. Ia akan berdoa untuk engkau, dan engkau tetap hidup. Namun, jika engkau tidak mengembalikan dia, ketahuilah, engkau pasti mati, engkau dan semua orang yang bersamamu.” Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita pasti memberikan penilaian terhadap lingkungan, orang, dan lain sebagainya. Apabila ada dalam persekutuan kita yang berbuat dosa, maka langkah yang cepat dari kita ialah menghakiminya dan menjadikan “orang asing” dalam persekutuan kita, bahkan kalau perlu kita keluarkan dia, dan tidak mau tahu lagi. Apa lagi, dosa itu termasuk dosa perzinahan yang dekat dengan kebohongan atau dusta. Abraham dan Sara adalah pasangan sumi istri yang sudah lansia. Seharusnya mereka menjaga status perkawinannya. Kenyataannya, bahwa ia mengulangi lagi perbuatannya di Mesir dan sekarang dilakukan di Gerar sebagai “orang asing” (ayat 1). Ia mengatakan kepada raja Abimelek, bahwa Sara itu saudaranya, sehingga diambil oleh raja itu. Abraham menyerahkan Sara tanpa memiliki rasa bersalah, yang penting dirinya selamat. Apa yang dilakukan Abraham ialah dosa, yaitu dosa terhadap kesucian perkawinan, kemudian kebohongan dan kepentingan diri sendiri. Kita dapat menilai bahwa Tuhan tidak adil. Abraham yang berbuat dosa, tetapi raja Abimelek yang ditegor Tuhan. Dalam pemikiran kita, seharusnya Tuhan menegor Abraham itu baru adil. Bagaimana menurut saudara? Tindakan Tuhan betul. Abraham berstatus “orang asing” yang tidak memiliki otoritas dalam daerah itu. otoritas itu dimiliki oleh Abimelek, sehingga ia ditegur Tuhan yang lebih berotoritas dari dia. Puji Tuhan, ia mendengarkan nasihat Tuhan. Tuhan memberikan penjelasan tentang status Abraham ialah nabi. Nabi yang mendoakan dia dan bangsanya. Bagaimana ini, orang berbuat dosa akan berdoa untuk orang yang menjadi korban dari perbuatannya. Seharusnya Abimelek bisa seperti kita menolak, wah masa orang berdosa berdoa untuk kita? Apakah doanya akan dijawab Tuhan? Ini sikap orang yang sombong. Abimelek mendengar Tuhan yang berotoritas. Dalam ayat 7 ini ada penekanan bahwa Tuhan mengampuni dosa dari orang pilihan-Nya dan menjaga panggilan-Nya. Panggilan Abraham ialah menjadi berkat bagi bangsa-bangsa, dosa yang dilakukan itu sangat serius, namun Tuhan ampuni. Hukuman Tuhan untuk Abraham melalui Abimelek yang memiliki otoritas di daerah itu. hukumannya ialah menegur Abraham dengan keras. Teguran itu sangat merendahkan dan memalukan, walau pun Abraham mencoba membela diri dengan hal-hal rohani. Orang yang berbuat dosa, dan jika terbongkar, ia akan cepat bersembunyi ke hal-hal rohani. Kita tidak mendapatkan dalam teks ini, permohonan maaf atau meminta pengampunan dari Abimelek. Abimelek menghormati Tuhan yang memanggil Abraham dan juga menghormati Abraham, sehingga ia merasakan kebaikan Tuhan melaui Abimelek. Ia diberikan harta oleh Abimelek dan kebebasan di daerahnya, tapi ini bukan fokus Tuhan, fokus Tuhan ialah Sara dikembalikan ke Abraham. Dan Abraham dapat berdamai dengan Abimelek dan Tuhan. Dari peristiwa di atas, kita belajar: 1. Tuhan tidak membiarkan orang pilihan-Nya jatuh dalam dosa begitu lama. Ia tidak membinasakan orang pilihan-Nya, melainkan Ia tuntun orang berdosa untuk kembali ke jalan yang benar. Kita pun demikian, kita dapat menjadi pendamping orang berdosa sehingga mereka menyadari dosanya. 2. Keluarga itu penting. Keluarga jangan runtuh karena keegoisan kita. Abraham mementingkan diri sendiri sehingga mengorbankan orang lain dan keluarganya. 3. Pengampunan Tuhan menyadarkan orang berdosa, sehingga kita juga belajar mengampuni orang lain sehingga orang itu memiliki keyakinan iman untuk mendoakan orang lain. (FBH)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *